SDIT Permata Bunda 3 Bersama SMPIT PB Alawiyah Bagikan Daging Qurban Kepada Masyarakat Lingkungan Sekolah.

SDIT Permata Bunda 3 Bersama SMPIT PB Alawiyah Bagikan Daging Qurban Kepada Masyarakat Lingkungan Sekolah.

Penyerahan Simbolis oleh Pengurus Yayasan Daarul Hikmah Rajabasa Lampung
Bandarlampung- SDIT Permata Bunda 3 bersama SMPIT PB Alawiyag menyelenggarakan kegiatan Qurban at School, sebagai implementasi dari pemahaman makna Hari Raya Idul Adha 1440 H.
Kegiatan ini melibatkan siswa kelas 5 dan 6, kelas VIII, dewan guru beserta Komite Sekolah turut membantu penyembelihan dan pembagian hewan Qurban.

Proses pencacahan tulang

Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Berbagi kebahagian, raih keberkahan”, Sasaran utama pembagian daging Qurban adalah warga di sekitar sekolah dan tujuan dari kegiatan kurban ini selain meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, juga sebagai pembinaan karakter sosial kemasyarakatan untuk saling berbagi, menerapkan tata cara berqurban. Semoga kita bisa mengambil manfaat dari kegiatan positif ini.

Wisuda Tahfidz Akbar SDIT Permata Bunda 1,2 dan 3 Yayasan Daarul Hikmah Rajabasa Lampung

Wisuda Tahfidz Akbar SDIT Permata Bunda 1,2 dan 3 Yayasan Daarul Hikmah Rajabasa Lampung

Peserta Wisuda Tahfidz bersiap untuk Uji Publik

Sditpermatabunda3.sch.id- SDIT Permata Bunda 1,2 dan 3 melaksanakan Wisuda Tahfidz Akbar Juz 30 dan Juz 29 & 30.

kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 6  dari masing masing sekolah dengan jumlah keseluruhan 193 peserta wisuda. kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Bukit Randu pada Sabtu, 27 April 2019.

Menghafal Alquran merupakan amalan yang tinggi. Pelakunya mendapat derajat yang tinggi. Apalagi, dari ingatan merekalah kemurnian Alquran terus terjaga. “Sebaik-baiknya kalian adalah orang yang mempelajari dan mengajarkan Alquran (H.R. Bukhari)


Kegiatan ini akan rutin selenggarakan setiap tahunya teruntuk siswa siswi kelas 6 SDIT Permata Bunda 1,2 dan 3.

Allahumarhamna bil Quran…. 

452 Pramuka SIT Ikuti Perkemahan Internasional 2017 di Malaysia

Sebanyak 452 anggota Gerakan Pramuka mengikuti Perkemahan Internasional di Selangor, Malaysia pada 10 – 14 Desember 2017. Keberangkatan Kontingen Indonesia dibagi dalam lima kloter. Adapun kloter pertama bertolak ke Malaysia pada Sabtu, 9 Desember 2017 Pukul 01.30 WIB, dan tiba pada Pukul 04.30 WIB.

“Adik-adik, selamat jalan. Di Malaysia tolong jaga nama baik Pramuka, umumnya nama baik sekolah kalian, Sekolah Islam Terpadu. Kalian sekarang Penggalang dan Penegak. Dari wajah-wajah kalian insya Allah ini jadi pengalaman berharga,” kata Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Adhyaksa Dault dalam sambutannya saat Pelepasan Kontingen di Aula Sarbini, Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (8/12).

Kak Adhyaksa mendoakan, di antara kontingen Indonesia ini nanti akan ada yang menjadi jenderal, panglima, gubernur, dokter, wanita yang hebat, ibu rumah tangga yang hebat, wali kota, pengusaha bahkan presiden. Ia juga mendoakan agar dari rahim Pramuka-Pramuka putri akan lahir teknokrat-teknokrat yang hebat.

“Selamat jalan. Insya Allah, kalian berangkat dan kembali dengan selamat tanpa kurang apa pun juga,” harap pria yang hobi mendaki gunung ini.

Dalam kesempatan itu, Kak Adhyaksa Dault mengucapkan terima kasih kepada para Pembina Pramuka Sako SIT dan orang tua. “Ini hari Jumat. Doa saya tadi Insya Allah diijabah oleh Allah swt.,” paparnya.

Pimpinan Kontingen Indonesia, Kak Fauzi Nahdi menambahkan, Perkemahan Internasional 2017 ini dapat membawa manfaat kepada para peserta. Pertama, mereka akan menjadi dewasa dan mandiri, khususnya membawa bangsa Indonesia ke kancah dunia internasional.

Kedua, untuk menjalin ukhuwah bersama. “Mereka dari jauh-jauh, dari daerah masing-masing, tidak mengenal satu sama lain, kemudian mengenal,” ucapnya.

Ketiga, mereka punya wawasan yang luas. “Alhamdulillah, yang pernah kita undang, efeknya luar biasa, mereka bisa terbuka pemikirannya sehingga belajar lebih giat. Terus kemudian, mereka bisa menjadikan Pramuka ini sebagai bagian dari titik tolak keberhasilan di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Kak M. Hanif Abiyu, salah satu kontingen Indonesia mengaku tidak menyangka bisa mengikuti Perkemahan Internasional ini. “Senang rasanya. Harapannya, dengan acara ini kita bisa mempersatukan ukhuwah,” terangnya.

Perkemahan Internasional 2017 diadakan oleh Kadit Remaja Sekolah (KRS) Musleh Malaysia, sebuah organisasi kepanduan di Malaysia selain Pengakap. Kegiatan ini diikuti para pelajar Islam dari tiga negara, yakni Malaysia, Indonesia dan Thailand. Peserta dari Thailand 89 orang, dari Malaysia 4 ribu, dan Indonesia 452 orang. (MSA/AK)

SDIT Permata Bunda III Bandar Lampung Gelar Upacara HUT Pramuka

Senin, 14/8/2017, lapangan upacara SDIT Permata Bunda III, Bandar Lampung diliputi suasana khidmat saat melaksanakan upacara HUT ke56 Pramuka.

Upacara diawali dengan pembacaan ayat Alquran oleh salah satu siswa dan diikuti tak kurang dari 300 peserta dari 15 SD dan 4 SMP se-Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung.
452 Pramuka SIT Ikuti Perkemahan Internasional 2017 di Malaysia
Dalam upacara yang mengusung tema “ Bekerja Untuk Kaum Muda Mewariskan yang Terbaik Bagi Bangsa” tersebut, pembina upacara menyampaikan bahwa tema tersebut merupakan seruan kepada generasi muda untuk giat menjadi pioner pembangunan bangsa.

Baca: 452 Pramuka SIT Ikuti Perkemahan Internasional 2017 di Malaysia

Ia mengatakan, salah satu aspek penting bagi generasi muda saat ini adalah keterampilan hidup (life skill) yang dapat digali melalui kegiatan Pramuka. Selain itu kegiatan Pramuka di sekolah diharapkan menjadi salah satu cara meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kepedulian kepada sesama serta kecintaan generasi muda kepada bangsa dan tanah air.

Dalam kesempatan ini SDIT Permata Bunda III menampilkan beberapa pertunjukkan bakat dari siswa-siswinya. Diantaranya pembacaan puisi, senam kreasi, cup song pramuka, nasyid, dan semaphore.(rilis). Sumber: Jejamo.com

Guru Mulia Karena Berkarya

Guru Mulia Karna Berkarya

Kemendikbud – Sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam rangkaian acara Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2016, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan. Simposium tersebut resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Sumarna Surapranata, di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu pagi (26/11/2016). Simposium dengan tema “Guru Mulia Karena Karya” ini diikuti sekitar 2.000 guru dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Dirjen GTK Sumarna Surapranata mengajak seluruh guru yang hadir untuk selalu meningkatkan kompetensi guru yang diukur dari hasil uji kompetensi guru (UKG). “Banyak sekali faktor-faktor yang menentukan kenapa hasil UKG itu rendah. Di antaranya adalah standar yang berbeda, biasa ada pada zona nyaman, dan gagap teknologi. Oleh karena itu, seorang pengajar harus selalu meningkatkan kompetensi guru, baik melalui pendidikan kilat, bimbingan teknis, maupun workshop (lokakarya),” ujar pria yang akrab disapa Pranata itu.
Peserta Simposium “Guru Mulia Karena Karya” ini terdiri dari Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, Penilik, Widya Iswara, Pendidikan Masyarakat, Pamong, Guru SD, SMP, SMA, SMK dan Tenaga Kependidikan di lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan, baik di pusat maupun daerah.
Peserta simposium dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah para juara lomba guru dan tenaga Kependidikan yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) pada tahun 2016. Kelompok kedua adalah peserta simposium hasil seleksi artikel yang telah dikirim secara daring (online). Dalam seleksi artikel tersebut, panitia menerima 3.328 artikel, yang kemudian diseleksi menjadi 200 artikel. Peserta yang artikelnya lulus hasil seleksi akan mempresentasikan hasil karyanya pada simposium ini. Para peserta simposium akan dibagi menjadi delapan kelas untuk mendengarkan presentasi dari rekan mereka sesama guru.
Isu pokok yang dibahas pada simposium ini di antaranya adalah penumbuhan pendidikan karakter di satuan pendidikan, penerapan pendidikan inklusif, tantangan dan harapan, membangun budaya literasi di satuan pendidikan, profesionalisme guru dan tenaga kependidikan melalui guru pembelajaran atau Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), perlindungan guru dan tenaga kependidikam yang menyangkut dengan hukum, profesi, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), dan kekayaan intelektual, membangun integritas di satuan pendidikan, penilaian kinerja guru dan tenaga pendidikan masalah dan solusinya, meningkatkan mutu akses kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), serta teknologi informasi sebagai media pembelajaran.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, dijadwalkan akan memberikan anugerah dan penghargaan kepada pemenang lomba simposium tahun 2016, pada Sabtu sore (26/11/2016). Selain itu, Mendikbud juga akan menyematkan Satyalancana Pendidikan tahun 2016 kepada guru dan tenaga kependidikan yang berprestasi. Sumber : Kemendikbud (*)

Reporter Cilik SD IT Permata Bunda 3 Kunjungi Lampost

Kunjungan siswa SDIT Permata Bunda III ke lampung pos

Sebanyak 20 reporter cilik (repcil) Sekolah Dasar (SD) Islam Terpadu Permata Bunda III,Bandar Lampung, Selasa (17/11/2015) mengunjungi kantor surat kabar harian Lampung Post. Para siswa yang duduk di kelas III hingga V tersebut menggali pengetahuan jurnalistik dalam kunjungan tersebut.

Pembina Repcil SDIT Permata Bunda III, Siddik Sukamto menyebut program Repcil di sekolahnya terinspirasi dari program serupa di Lampung Post. Sejak satu semester lalu, program tersebut ekstra kulikiler (Ekskul) di sekolahnya. “Ekskul tersebut sengaja kami dirikan, supaya menumbuhkan rasa percaya diri kepada anak-anak, dan secara langsung mengenalkan profesi jurnalis,” kata Siddik di sela-sela kunjungan.

Sidik juga menyebut para repcil di sekolahnya kerap mengikuti berbagai kegiatan seperti belajar mewawancarai para tokoh di sekolah, dan diajarkan menulis mulai dari cerita hingga puisi. “Program ini memang terinspirasi dari program Repcil Lampung Post, ini juga menjadi cara kami menyiapkan repcil yang akan kami ikutsertakan dalam program Repcil Lampung Post,” pungkasnya.

Dalam kunjungan tersebut puluhan Repcil SD IT Permata Bunda III aktif yang juga didampingi, guru lainnya, Leny Astuti melontarkan berbagai pertanyaan. Seperti Nadia siswa kelas 5 yang bertanya seputar cara melakukan peliputan suatu berita, dan Zahira siswa kelas 3 yang tertarik mengetahui cara untuk dapat menjadi seorang wartawan. Sepanjang diskusi para siswa juga tampak aktif mencatat setiap penuturan dari Marketing Koumnikasi, Lampung Post, Asyihin. Izzi salah satu repcil juga sepanjang diskusi sibuk memainkan kamera DSLR di tangannya.

Usai menggelar diskusi, para repcil juga diajak mengunjungi beberapa ruangan di kantor Lampung Post seperti ruang redaksi, hingga percetakan. Icha, salah satu Repcil, mengaku senang bisa mengunjungi Lampung Post dan kagum dengan mesin cetak koran yang sangat besar. “Senang tadi melihat kertas-kertas yang besar dan mesin cetak koran yang besar,” kata Icha. Sementara Bilqis siswa lainnya, menyebut semakin mengetahui cara menulis sebuah berita.