KAJIAN BULAN APRIL YAYASAN DAARUL HIKMAH RAJABASA LAMPUNG

KAJIAN BULAN APRIL YAYASAN DAARUL HIKMAH RAJABASA LAMPUNG

Kepada Ykh:
Pegawai Yysan dan Kepala Unit di Lingkungan YDHRL

 

Assalamualaikum Wr. Wb

Bakda tahmid dan sholawat.

In syaAllah kajian rutin bulanan akan dilaksanakan pada:

Hari        : Sabtu, 3 April 2021

Pukul     : 09.00-11.00

Tempat : Zoom, sillahkan Klik (Link Kajian)

Tema     : Meneladari Pribadi Qurani Salafus Sholih

Sasaran: Untuk seluruh guru dan karyawan unit dan Yayasan Daarul Hikmah Rajabasa Lampung

 

Daftar Hadir Kajian Tasqif silahkan Klik DISINI

Pengumpulan Tugas Resume setelah mendengarkan tausyiah dapat di kirimkan melalui link DISINI

 

Demikian undangan ini disampaikan, semoga Allah SWT memberikan kemudahan.
Atas perhatiannya, jazaakumullah khoiron Katsir.

 

BAG. BPI YDHRL

 

====================
Cttan:
1. Peserta diharapkan hadir 10 menit sebelum acara dimulai
2. Menyiapkan alat tulis

BEKALI KARAKTER, SDIT PERMATA BUNDA 1, 2, DAN 3 GELAR ADT & MRT

BEKALI KARAKTER, SDIT PERMATA BUNDA 1, 2, DAN 3 GELAR ADT & MRT

Bandar Lampung- Kompak, 3 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di bawah naungan Yayasan Daarul Hikmah Rajabasa Lampung (YDHRL) yaitu SDIT Permata Bunda 1, 2, dan 3 telah mengadakan kegiatan pelatihan Aku dan Tubuhku (ADT) untuk kelas 1-3 pada 08-10 Maret 2021 dan kegiatan pelatihan Menjadi Remaja Tangguh (MRT) untuk kelas 4-6 pada 15-18 Maret 2021.

Kegiatan ADT & MRT dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom bertajuk ‘Pendidikan Seks Usia Dini secara Islami’. Kegiatan ADT bertujuan untuk mengenalkan kepada siswa mengenai jenis-jenis perasaan, sentuhan baik dan buruk, sikap terhadap orang yang dikenal dan tidak dikenal, serta menjaga tubuh dari pelecehan dan tindak kejahatan.

Pada kesempatan yang lain, kegiatan MRT dilaksanakan dengan harapan agar siswa bisa mengenal perubahan fisik (tahapan kehidupan, organ reproduksi, dan memasuki masa akil baligh), serta mengenal dan cara mengatasi perubahan jiwa, dan memahami dampak pornografi pada kerusakan otak.

Sebelum pelaksanaan kegiatan ADT & MRT, para guru sebagai fasilitator diberikan pembekalan terlebih dahulu pada Training for Trainer (TFT) secara offline dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kepala SDIT Permata Bunda III menyampaikan bahwa, “ADT & MRT merupakan kegiatan unggulan di sekolah kami, mengingat pentingnya edukasi seks secara islami sejak dini untuk anak-anak. Guru sebagai orangtua di sekolah harus bersinergi dengan orangtua di rumah. Dalam hal ini, kehadiran orangtua di rumah (khususnya) sangat diperlukan dalam mengawal dan membersamai anak-anak ketika menghadapi masa pra remaja dan pubertas.”

“Meski dilaksanakan secara daring, kegiatan ini didesain sedemikian rupa agar tidak mengurangi esensi dari tujuan kegiatan tersebut. Kegiatan ini dibumbui ragam aktivitas yang menarik guna menambah pengalaman baru bagi peserta maupun fasilitator.”

“Kegiatan ADT dan MRT dikemas dalam bentuk games, energizer, sharing, serta closure yang lebih aktif dan deep, sehingga lebih berkesan dan bermakna. Adapun wawasan dan informasi yang diberikan kepada peserta didik mengenai pendidikan seks usia dini pada kegiatan ini, bersumber pada kajian ilmiah dan islami yang mampu dipertanggungjawabkan,” ungkap Ustadzah Lis dalam sambutan Kepala Sekolah.

Ustadz Sunardi juga turut mengomentari dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut, “Kami sangat mendukung kegiatan ini. Masa pendidikan di jenjang SD sangat tepat untuk menanamkan karakter dan mental yang kuat kepada peserta didik. Harapan kita semua, kelak mereka akan tumbuh menjadi remaja dan pemuda yang berkarakter, berakhlak, sehat lagi cerdas, dan siap menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Maka kegiatan ADT dan MRT menjadi salah satu alternatif yang tepat dalam mewujudkan tujuan mulia tersebut,” ucap bangga Ketua Yayasan Daarul Hikmah Rajabasa Lampung.

Seperti yang diharapkan, kegiatan ini mampu dirasakan kebermanfaatannya oleh seluruh elemen sekolah. “Ustadzah, saya sangat mengapresiasi dengan kebijakan ADT dan MRT ini. Ananda di rumah sudah mulai aktif dan komunikatif selama dan pasca mengikuti kegiatan,” sahut salah satu wali murid kelas 6 saat berkomunikasi dengan fasilitator.

“Kegiatan ini benar menjadi bukti dan motivasi tersendiri bagi kami, bahwa meskipun di era digital seperti saat ini, pendidikan karakter tidak dapat digantikan oleh teknologi, karena peran guru dan orangtua adalah paling utama dan tidak akan pernah tergantikan oleh apapun.” demikian bentuk apresiasi yang dilontarkan oleh wali murid yang lainnya kepada pihak sekolah.

 

=========================================

✒️ Tim Humas SDIT Permata Bunda 1, 2, dan 3

 

SDIT Permata Bunda III Jalankan Gemaji

SDIT Permata Bunda III Jalankan Gemaji

Gerakan Keluarga Mengaji atau biasa disebut dengan GEMAJI merupakan Program yang digulirkan kepada Keluarga Besar Yayasan Daarul Hikmah Rajabasa Lampung guna mewujudkan ketahanan keluarga degan meningkatkan kecintaan terhadap Al Quran.

Keluarga adalah unit pendidikan (Tarbiyah) terkecil yang diciptakan Allah untuk manusia. didalamnya terdapat begitu banyak ruang yang dapat diisi dengan nilai keislaman dan kecintaan kepada Rabb nya.

Baca juga: BIBIT UNGGUL PEMUDA UNTUK MASA DEPAN INDONESIA

Bersama keluarga mencipta semua. sebab, keluarga yang hangat, menumbuhkan cinta, saling berkasih sayang, membentuk akhlak dan menuju satu tujuan yakni mengharap ridho Allah Subhanahu Wata’ala.

Didalam program Grakan Keluarga Mengaji(GEMAJI), mari kita tumbuhkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya didalam keluarga. semoga kelak kita bisa masuk syurga sekeluarga. Aamiin..

 

PEBE 3 MELAKSANAKAN MPLS GENAP

PEBE 3 MELAKSANAKAN MPLS GENAP

SDIT Permata Bunda III Bandarlampung mengadakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Semester Genap Tahun Pelajaran 2020/2021. Kegiatan dilaksanakan selama 1 pekan dimulai pada Rabu, 06 Januari 2021 sampai Selasa, 12 Januari 2021.

MPLS merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan sebelum memasuki semester baru tiap tahunnya. Namun, karena dunia pendidikan menjadi bagian yang terdampak Covid-19, sehingga Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) masih dilaksanakan secara daring. Oleh sebab itu, rangkaian kegiatan MPLS semester genap juga dilaksanakan secara daring melalui Aplikasi WhatsApp dan Zoom.

“Meski daring, MPLS ini tetap dilakukan dengan tujuan untuk mengenalkan dan mengingatkan kembali mengenai suasana dan lingkungan sekolah serta menguatkan penanaman karakter siswa sebelum memulai pembelajaran di semester yang baru. Semangat belajar siswa harus terjaga, kebiasaan-kebiasaan baik harus membudaya dan tentunya sebagai seorang pendidik harus memberikan kesan dan pengalaman terbaik kepada peserta didik dalam setiap pertemuannya. Maka, MPLS ini menjadi salah satu upayanya”, sahut Devi Susilawati sebagai koordinator MPLS kelas bawah.

Pembukaan kegiatan MPLS dilaksanakan secara serentak pada hari Rabu melalui Aplikasi Zoom, untuk kelas bawah dimulai pukul 08.00 WIB dan kelas atas dimulai pukul 09.00 WIB. Para siswa begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut, sejak pembukaan hingga selesai. Pembuakaan diawali dengan menyaksikan sambutan hangat dari Kepala Sekolah. Begitu dalam makna dan harapan yang disampaikan oleh Kepala Sekolah yang akrab disapa Ustadzah Lis Kurniawati, “bahwa anak-anak harus terbiasa meneladani kebaikan-kebaikan yang Rasulullah ajarkan, agar terbentuk karakter unggulan dalam diri ananda sehingga dicintai Allah dan RasulNya.”

Setelah itu, kerinduan para siswa sedikit terobati dengan disuguhkannya video kondisi sekolah saat ini. Pastinya terbesit dalam diri para siswa yang teringat masa-masa menyenangkan belajar dan bermain bersama teman-teman di sekolah. “Ustadz-ustadzah, kapan belajar di sekolah lagi?” teriak salah satu siswa di dalam ruang percakapan Aplikasi Zoom.

Baca Juga :SDIT Permata Bunda I, II dan III Gelar Kemah Ukhuwah Terpadu Ke-V

MPLS Genap yang mengusung tema “Aku Siap Bertanggungjawab”, penyampaiannya dikemas dengan menarik oleh para guru kelas kepada para siswa. Materi dan pembiasaan yang disampaikan kepada para siswa diantaranya anak-anak harus bertanggungjawab dengan kedispilinan, rajin beribadah, dan rajin membantu orangtua di rumah.

Kegiatan MPLS ditutup dengan pelaksanaan celebration atau perayaan. Yang menarik dari perayaan ini adalah para guru dan siswa mengenakan atribut yang unik untuk memeriahkan kegiatan ini. Kemudian, yang paling spesial dalam rangkaian kegiatan ini adalah seluruh siswa mendapatkan apresiasi oleh para guru dengan 3 kategori yaitu Bintang Aku Anak Disiplin, Bintang Aku Rajin Ibadah, dan Bintang Aku Rajin Membantu Orangtua. Anak-anak dan para Ayah Bunda nampak bangga dan bahagia atas pencapaian ini semua.

“Kegiatan ini berjalan lancar dengan izin Allah, berkat upaya dan kerjasama yang luar biasa baik dari Guru dan keluarga besar SDIT Permata Bunda III, Siswa dan Ayah Bunda di rumah. Semoga kegiatan MPLS genap kali ini berkesan bagi siswa dan menjadi motivasi agar semangat belajar siswa meningkat. Serta nilai-nilai karakter yang sudah dilatih ketika MPLS dapat terus dilaksanakan dengan sepenuh hati baik oleh Siswa, Guru, dan Karyawan SDIT Permata Bunda III”, ungkap Dian Sulistia selaku koordinator MPLS kelas atas.

=========================================

✒️ Tim Humas SDIT Permata Bunda III Bandarlampung

BIBIT UNGGUL PEMUDA UNTUK MASA DEPAN INDONESIA

BIBIT UNGGUL PEMUDA UNTUK MASA DEPAN INDONESIA

Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Adalah teks sumpah pemuda yang dilantunkan dengan suara lantang oleh tokoh pemuda 92 tahun lalu membuyarkan lamunan rakyat Indonesia akan kekhawatiran masa depan bangsa. Kini hadir ditengah masyarakat, sosok pemuda-pemuda yang membawa harapan dan cita bangsa.

Sejarah perjuangan bangsa Indonesia tidak lepas dari peran besar pemuda Indonesia. Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi, atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”, bait tersebut menjadi wujud upaya pemuda dan rakyat Indonesia yang berjuang dengan gigih hingga kegigihan itu terwariskan oleh generasi hari ini bagi yang menyadari dan ikut mengambil perannya.

Karena pemuda adalah nafas negeri ini. Sebanyak dan sekuat apa mereka, maka sepanjang itu pula umur negeri kita. Karena pemuda kata Hasan al-Banna ”Sejak dulu hingga sekarang, pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya. Dalam setiap ideologi, pemuda adalah pengibar panjipanjinya.”

Begitulah pemuda, pada hakikatnya usia muda seorang pemuda adalah usia yang penuh dengan cita-cita yang tinggi dan darah yang gemuruh serta idealisme yang luas. Usia yang memberi perjuangan dan pengorbanan. Usia yang menabur jasa, memberi kesan dan emosional.

“Mereka telah mencalonkanmu untuk urusan (besar), maka jauhkanlah dirimu bersama kesia-siaan.” (Husain bin Ali Ath-Thugrah)

Kita akan tertunduk malu jika membaca dan meresapi kalimat di atas. Bahwa kondisi pemuda hari ini begitu memprihatinkan jika dikomparasikan dengan tekad pemuda pejuang kemerdekaan di masa lampau. Sejatinya pemuda, kiprahnya terbukti dan terus dinanti dalam perbaikan di segala lini bangsa ini. Maka, pemuda hari ini memiliki tugas yang besar dalam mempertahankan kemerdekaan, merawat kebhinekaan, menjunjung tinggi nilai dan karakter bangsa yang kuat dan bermartabat.

Baca Juga: SDIT PERMATA BUNDA III BANDARLAMPUNG TERLISENSI

Sebuah pesan dari seorang ulama kepada pemuda;
“Wahai Pemuda. Sesungguhnya, sebuah pemikiran akan meraih sukses manakala keimanan kepada-Nya kuat, tersedia keikhlasan di jalan-Nya, semangat untuk memperjuangkannya semakin bertambah, dan ada kesiapan untuk berkorban serta beramal dalam mewujudkannya. sepertinya keempat rukun ini, yakni iman, ikhlas, semangat dan amal merupakan karakter pemuda. Sebab sesungguhnya dasar keimanan adalah hati yang cerdas, dasar keikhlasan adalah nurani yang jernih, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan dasar amal adalah kemauan yang kuat. Dan, itu semua tidak terdapat kecuali pada diri pada pemuda.” (Hasan Al-Banna)

Maka, wahai pemuda. Azzamkan dalam diri untuk berkontribusi dalam setiap kesempatan perbaikan negeri. Demikian ikhtiar Sekolah Dasar Islam Terpadu Permata Bunda III Bandarlampung, bertekad mencetak generasi unggul, berjiwa qur’ani, berkarakter islami dan berprestasi dalam segala lini.

Apabila orang bertanya, “Siapa Pemuda?” Maka aku membayangkan dirikulah yang dimaksud. Karena itu, aku tidak malas dan tidak bebal.” (Thurfah bin ‘Abd)

Dalam firman Allah Subhanahu wa ta’alaa kepada khususnya pemuda;

“Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.” (QS. Al Kahfi : 13)

==============================================
✒️ Tim Humas SDIT Permata Bunda III Bandarlampung

SDIT PERMATA BUNDA III BANDARLAMPUNG TERLISENSI

SDIT PERMATA BUNDA III BANDARLAMPUNG TERLISENSI

SDIT Permata Bunda III Bandarlampung menjadi salah satu dari 10 Sekolah Islam Terpadu di wilayah Lampung yang direkomendaikan untuk mengikuti pelaksanaan lisensi oleh Badan Lisensi Sekolah Islam Terpadu (BLSIT).

Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari yaitu Selasa dan Rabu (21-22/01/2020) di SDIT Permata Bunda III Bandarlampung. Pada pembukaan kegiatan tersebut dihadiri oleh Ustadz Samsul Rizal, M.Si. selaku Sekretaris Yayasan Daarul Hikmah Rajabasa Lampung (YDHRL) dan Ustadz Zulkarnain Hasan Kertamuda, S.Ag. selaku Ketua JSIT Wilayah Lampung.

Kepala SDIT Permata Bunda III menuturkan bahwa Lisensi merupakan tolak ukur penerapan Standar Mutu Sekolah Islam Terpadu. Salah satu syarat dari lisensi adalah telah terakreditasi A oleh Dinas Pendidikan. Selain menerapkan delapan (8) Standar Pendidikan Nasional, maka sekolah yang tergabung ke dalam JSIT juga harus menerapkan sebelas (11) standar mutu SIT. Di antara 11 standar mutu tersebut adalah Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, Pendidikan Agama Islam, Standar Pembinaan Peserta Didik, dan Standar Kerjasama.

Baca Juga :Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia , Abdul Hakim: Cuci Tangan untuk Bangsa Kuat

Penyelenggaraan lisensi ini merupakan sebuah usaha besar dalam rangka mewujudkan apa yang menjadi cita-cita bersama sesuai arahan JSIT Indonesia yang termaktub dalam QS. An Nisa ayat ke 9

وَلۡيَخۡشَ ٱلَّذِينَ لَوۡ تَرَكُواْ مِنۡ خَلۡفِهِمۡ ذُرِّيَّةٗ ضِعَٰفًا خَافُواْ عَلَيۡهِمۡ فَلۡيَتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡيَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدًا

Artinya : “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” (QS. An-Nisa : 9)

Maka salah satu sistem yang tepat adalah jejaring dari sekolah islam terpadu di bawah naungan JSIT Indonesia. Sehingga upaya untuk melakukan, mengukur kualitas adalah dengan adanya lisensi ini, tukas Kepala Sekolah yang akrab disapa Ustadzah Lis Kurniawati.

Berlangsungnya 2 hari kegiatan ini dibersamai oleh 2 Asessor dari JSIT Pusat yaitu Ustadz Pratama, M.Pd dan Ustadz Ngationo, M.Pd.I. Keduanya hadir membawa pesan cinta dan energi bahagia serta menabur aura semangat perbaikan di setiap sudut sekolah.

Hari pertama pelaksanaan, diawali dengan pembukaan, tilawah Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan-sambutan dan bertambah hikmad ketika disempurnakan dengan do’a.

Hingga hari kedua telah tuntas segala rangkaian aktivitas lisensi, seluruh data dan berkas telah diperiksa, pengamatan proses pembelajaran terselesaikan, fasilitas serta sarana dan prasarana sekolah menjadi perhatian, dan yang tidak tertinggal adalah renyahnya komunikasi kepada guru dan seluruh pegawai sekolah. Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan salam perpisahan.

 

Hasil dari Lisensi ini diumumkan pada acara puncak rangkaian Milad JSIT Indonesia ke-17 melalui virtual Zoom pada Ahad (06/09/20). Alhamdulillahirabbil ‘alaamiin, bersama ini kami panjatkan rasa syukur kepada Allah atas perolehan kategori “BAND 4 (BAIK)” Sertifikasi Lisensi yang diberikan oleh BLSIT JSIT Indonesia yang diberikan kepada SDIT Permata Bunda III Bandarlampung.

Semoga dengan terlisensinya SDIT Permata Bunda III, dapat meningkatkan kualitas sekolah menuju mutu pendidikan Indonesia, dalam melahirkan generasi cerdas, berkarakter dan berakhlak mulia.

Sertifikat Lisensi JSIT

Sertifikat Lisensi JSIT

Penerimaan Peserta Didik Baru SDIT Permata Bunda 3

Penerimaan Peserta Didik Baru SDIT Permata Bunda 3

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Apa kabar Ayah Bunda?  semoga senantiasa dalam lindungan Allah Subhanahu Wata’ala.
Ayah bunda sering bertanya Tanya, kapan ya SDIT Permata Bunda 3 melakukan PPDB?.
Nah… berikut adalah Info mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru SDIT Permata Bunda 3 Bandarlampung Tahun Pelajaran 2021/2022
PPDB SDIT Permata Bunda 3
PPDB SDIT Permata Bunda 3
Untuk info lebih lanjut, bisa menghubung No. Narahubung yang tertera (0812-78253338Pastikan ananda sudah

Pastikan ananda  telah berumur 6 tahun per 1 Juli 2021

Ujian Nasional 2020 Resmi Ditiadakan

Ujian Nasional 2020 Resmi Ditiadakan

 

UN SDIT Permata Bunda III


Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi memutuskan untuk meniadakan ujian nasional (UN) untuk tahun 2020. Sebelumnya sudah ada kesepakatan UN dihapus mulai tahun 2021. Keputusan ini diambil sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit Covid-19 di antara siswa dan tenaga pendidik yang terlibat dalam UN.


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan,  peniadaa ujian nasiona (UN) sudah kita pertimbangkan dan diskusikan dengan Presiden dan instansi di luar dan kami putuskan Ujian Nasional 2020 dibatalkan”.
 
 
Alasan pembatalan tersebut yang pertama atas prinsip dasar Kemendikbud yakni keamanan dan kesehatan siswa-siswa.
“keamanan keluarga siswa-siswi jika UN tetap dilaksanakan di dalam tempat-tempat pengujian bisa menimbulkan risiko kesehatan. Bukan hanya untuk siswa-siswa tapi juga keluarga dan kakek nenek karena jumlah sangat besar delapan juta yang tadinya dites UN,” kata Mendikbud.

Oleh karena itu, ia menegaskan tidak ada yang lebih penting daripada keamanan dan kesehatan siswa dan keluarga sehingga UN dibatalkan untuk 2020. 


KPAI: Belajar di Rumah Harus Menyenangkan, Jangan Membebani

KPAI: Belajar di Rumah Harus Menyenangkan, Jangan Membebani

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti meminta pemangku kepentingan dunia pendidikan terutama sekolah agar memerhatikan sistem belajar di rumah selama pandemi Covid-19 dengan proses yang menyenangkan. Jangan sampai harus membebani peserta didik.

“Proses home learning harus berjalan dengan menyenangkan dan bermakna untuk semua, bukan malah jadi beban yang justru tidak berpihak pada anak,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan itu melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (20/3).

Menurut dia, apabila sekolah memberikan beban materi atau tugas secara berlebihan, maka hal itu dapat memengaruhi kesehatan fisik serta mental anak didik. “Ini harus diwaspadai karena bisa menurunkan daya imun anak-anak,” ujar dia.

Selama siswa belajar di rumah, KPAI meminta sekolah jangan terlalu membebani dengan banyaknya tumpukan tugas. Sebab, hal demikian hanya akan membuat anak cemas dan merasa terbebani. Apalagi, jika sistem imun tubuh turun, maka mereka lebih mudah terjangkit atau terserang virus.

Retno mengatakan seharusnya pembelajaran dalam jaringan (daring) dijadikan sebagai sarana untuk saling memotivasi, menumbuhkan rasa ingin tahu anak, mempererat hubungan dan saling membahagiakan. “Ketika kondisi bahagia, maka sistem imun akan menguat,” ujarnya.

Dalam kondisi seperti ini, kata dia, kompetensi akademik bukan merupakan prioritas. Tetapi yang utama adalah kompetensi bertahan hidup atau survive serta saling mengingatkan untuk melakukan gaya hidup sehat serta selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.

Selain itu, selama proses belajar di rumah juga diharapkan agar para guru dan siswa tetap berinteraksi secara virtual. Sehingga guru tidak hanya sekadar memberikan tugas-tugas melainkan juga ada interaksi.

Para guru harus keluar dari kebiasaan bahwa tugas ke siswa dilakukan dengan memberikan soal-soal. Banyak kreativitas lain yang justru menimbulkan semangat dan mengasah rasa ingin tahu para peserta didik.

Sejak ditemukannya kasus positif Covid-19 di Indonesia pada awal Maret lalu hingga merebak di sejumlah daerah saat ini, beberapa pemda memindahkan kegiatan belajar mengajar di sekolah ke rumah masing-masing selama dua pekan untuk meredam penyebaran virus corona..

SDIT  Permata Bunda I, II dan III Gelar Kemah Ukhuwah Terpadu Ke-V

SDIT Permata Bunda I, II dan III Gelar Kemah Ukhuwah Terpadu Ke-V

Kemah ukhuwah Terpadu Ke-V SDIT Permata Bunda 1,2 dan 3
Kak Wan Abdurrahman (Perwakilan Kwarcab Bandarlampung)

Sekolah Dasar Islam Terpadu Permata Bunda I, II, dan III Bandar Lampung mengadakan Kemah Ukhuwah Terpadu yang Ke-V. Perkemahan ini merupakan kegiatan tahunan Pramuka SIT Permata Bunda.
Pada tahun ini, Kemah Ukhuwah Terpadu mengusung Tema “Pramuka Jiwaku Rasulullah Inspirasiku”. Kegiatan ini dilaksanakan sejak tanggal 25 s/d 27 Februari 2020 bertempat di Wira Garden Bandar Lampung.
Peserta perkemahan ini berjumlah 234 orang Pramuka Penggalang, 48 Pembina, dan 70 Panitia dari SD IT Permata Bunda I, II, dan III Bandar Lampung.

Kemah ukhuwah Terpadu Ke-V SDIT Permata Bunda 1,2 dan 3
Pembacaan Pidato Oleh Kak Wan Abdurrahman (Perwakilan Kwarcab Bandarlampung)

Perkemahan ini resmi dibuka oleh Ketua Kwarcab Bandar Lampung yang diwakili oleh Ketua Harian, Kak Hi. Wan Abdurrahman, SH., MH. Selain itu turut dihadiri pula oleh Kepala Basarnas Lampung, Kamabicab PSIT Bandar Lampung, Korps Marinir TNI AL, dan para pembina gugus depan.
Kemah ukhuwah Terpadu Ke-V SDIT Permata Bunda 1,2 dan 3

Dalam sambutannya Kak Wan Abdurrahman menghimbau agar tetap mengedepankan keselamatan dan Kesehatan selama berlangsungnya kegiatan. Beliau juga menghimbau kepada para pembina untuk tetap mengedepankan manajemen resiko sebagai antisipasi dalam melakukan kegiatan, khususnya di alam terbuka. .

Selamat berkemah dan selamat berukhuwah.